Sejarah Batak

2007 Oktober 31
by impbmedan
SEJARAH BATAK
 

Versi sejarah mengatakan Si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia lalu menyeberang ke Sumatera

dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 km arah Barat Pangururan, pinggiran Danau Toba sekarang. Versi lain mengatakan, dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba.

Diperkirakan Si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke- 13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan Si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama Si Raja Buntal adalah generasi ke-20.

Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof. Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan COLA dari India menyerang SRIWIJAYA yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang TAMIL di Barus.

Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah Timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.

Dengan memperhatikan tahun tahun dan kejadian di atas diperkirakan: Si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur Danau Toba (Simalungun sekarang), dari Selatan Danau Toba (Portibi) atau dari Barat Danau Toba (Barus) yang mengungsi ke pedalaman, akibat terjadi konflik dengan orang-orang Tamil di Barus. Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, Si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya yang ditempatkan di Portibi, Padang Lawas dan sebelah Timur Danau Toba (Simalungun).

Sebutan Raja kepada Si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya.

Demikian halnya keturunan Si Raja Batak seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan, dsb. Meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah. Selanjutnya menurut buku TAROMBO BORBOR MARSADA anak Si Raja Batak ada 3 (tiga) orang yaitu : GURU TETEA BULAN, RAJA ISUMBAON dan TOGA LAUT. Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya marga-marga batak

Sumber:

disarikan dari buku “LELUHUR MARGA MARGA BATAK, DALAM SEJARAH

SILSILAH DAN LEGENDA” cet. ke-2 (1997) oleh Drs Richard Sinaga,

Penerbit Dian Utama, Jakarta

 

 

 

2 Tanggapan leave one →
  1. 2008 September 10

    Oik… Lappets2 masih IDop Nya admin Nya Ene ??

    Admin Nya KOk Homo DIpilIh :)

    Thanks

    Regards :)

    wanjane

  2. 2009 Februari 17
    S. ARITONANG permalink

    SEJARAH BATAK
    Perlu Penelitian lebih Jauh terhadap Sejarah Batak dan Sejarah Orang Batak
    Perhitungan garis keturunan berdasarkan Tarombo hingga menetapkan perkiran tahun awal hidupnya si Raja Batak sebagai nenek moyang Orang Batak masih bisa dipertanyakan keakuratannya.
    Saya malah setuju dgn pendapat yg mengatakan bahwa eksistensi halak Batak sudah ada berabad sebelum Masehi. Bila yang dimaksud Kota Barus dalam catatan sejarah oleh Ptolemaeus adalah Kota Barus yg berada di dekat daerah asal kampung kita-kita ini, di Pesisir Barat Sumatera Utara, berarti benar Bangsa Batak sudah lama bermukim di daerah kita sekarang. Tentunya bila kita percaya bahwa penduduk Barus tersebut adalah dari Suku Bangsa Batak.
    Seharusnya kita malah bangga bila memang berita itu sesuai dgn fakta yang ada. Juga dari Berita-berita China, Persia, Arab, India, dan juga dari Kerajaan Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, dll banyak menceritakan hubungan perdagangan dgn Barus dan beberapa Kerajaan Batak lainnya berabad sebelum tahun 1200 M menurut saduran anda di atas. Jadi perhitungan tahnun 1200 M sebagai pangkal awal Si Raja Batak mungkin perlu dikaji ulang lebih mendalam. Bisa dilakukan dengan penelitian mencari berbagai fakta peninggalan arkeologis, dan catatan sejarah tertulis, baik dari dalam maupun luar negeri.
    Mungkin masa awal pembentukan Marga orang Batak adalah benar pada masa sekitar tahun itu bila dipercaya Si Raja Batak adalah Nenek Moyang kita semua (Orang Batak). Tapi apakah semua orang Batak adalah keturunan beliau? Tunggu dulu, ini juga masih bisa diperdebatkan. Karena yang pasti hanya orang Batak Toba dan Batak Angkola saja yang dengan bangga dan sukarela menyatakan hal ini berdasarkan Tarombo yang masih mereka gunakan. Sementara terhadap Suku Batak yang lain kita semua sudah tahu bagaimana sikap mereka. Umumnya mereka sangat anti terhadap terhadap cerita ini bahkan yang lebih ekstrem menolak dikategorikan sebagai bagian dari suku Batak.
    Oke, kita kembali ke persoalan sejarah Si Raja Batak yang selama ini kita anggap sebagai nenek moyang awal orang Batak. Ini juga masih bisa diperdebatkan kok..Bilamana kita mau agak sedikit kritis, apakah Si Raja Batak hanya hidup dgn keluarga kecilnya saja di hutan (huta)itu? Apakah tidak ada masyarakat lainnya yang menjadi tetangganya, abdinya sebagai menteri, punggawa, tentara kerajaan, petani, pengrajin, nelayan, budak, dsb, yg hidup sejaman dengan beliau? Sebutan Raja umumnya mengindikasikan bahwa seseorang berkuasa atas suatu kelompok masyarakat yang menjadikannya sebagai pemimpin atas mereka. Kita rasional saja masyarakatnya itu tentulah juga manusia seperti beliau.
    Tentunya saja logikanya ada. Mereka-mereka itu pada saat itu tentu saja belum disebut sebagai orang Batak, bukan? Anak-anak beliau kemudian tentu saja menikah dengan anak-anak orang lain itu dan kita berfikir positif saja tentu bukan dari saudara kandungnya sendiri. Kemungkinan dengan keturunan orang-orang yg menjadi rakyatnya atau bisa juga dengan anak raja dari Kerajaan / Suku lain yang jauh.
    Jadi pasti sudah ada banyak orang lain di sekitarnya terlepas darimana mereka berasal. Tentunya mereka telah menggunakan bahasa dan budaya yang relative sama dgn beliau (minimal bisa saling memahami dan bisa berkomunikasi). Berarti sudah ada kehidupan dan peradaban Batak sejak jaman yang sangat panjang sebelumnya. Terserah andalah dan para pakar apakah mereka ini yang berpuluh-ratusan generasi sebelum si Raja Batakyang telah menghuni Tanah Batak Raya ini akan disebut Proto Batak atau istilah apapun. Tentunya mereka-mereka ini juga berketurunan dan tidak menafikan bahwa telah terjadi asimilasi dan perkawinan dgn keturunan dari Si Raja Batak selama berabad-abad kemudian. Itulah kita-kita ini sekarang keturunannya yg masih memegang Tarombo.
    Konsep berdasarkan garis generasi yang diperkirakan dimulai tahun 1200 M sesuai catatan Tarombo menjadi agak debatable. Perlu kearifan untuk berani meneliti lebih lanjut sehingga didapat fakta yang lebih otentik dan lebih rasional. Ingat pada tahun-tahun sekitar 1200 M, Kerajaan Majapahit dari Pesisir Timur Pulau Jawa, sudah meyerang dan mengalahkan hampir seluruh wilayah Nusantara, diantaranya Kerajaan-kerajaan Batak. Bahkan disebutkan nama Kerajaan Mandailing, Simalungun, Barus, dsb sebagai Kerajaan yang ditaklukkan. Tentara yang dikalahkan dan rakyat yang ditaklukan Majapahit ini tentunya orang Batak atau setidaknya masih punya hubungan darah dengan si Raja Batak (Bila dia diperkirakan hidup masa itu sesuai Tarombo).
    Jadi di mana pertemuan sejarah tertulis dan arkeologis yang cukup otentik dengan mitos Si RajaBatak? Masih perlu diteliti lebih jauh, lebih mendalam dan lebih intensive. Mungkin yang lebih logis untuk sementara ini dikatakan saja bahwa orang Batak memang dulunya adalah berasal dari satu keturunan bangsa Batak kuno. Pembentukan Marga bila dilihat dan dihitung dari garis genarasi Tarombo yang ada sekarang mungkin memang baru dimulai sekitar tahun 1200 M.

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS