<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sejarah Batak</title>
	<atom:link href="http://impbmedan.wordpress.com/2007/10/31/sejarah-batak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://impbmedan.wordpress.com/2007/10/31/sejarah-batak/</link>
	<description>..:: Ikatan Muda/I Parsoburan Barat Medan™ ::..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2009 11:42:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: S. ARITONANG</title>
		<link>http://impbmedan.wordpress.com/2007/10/31/sejarah-batak/#comment-91</link>
		<dc:creator>S. ARITONANG</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 14:50:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://impbmedan.wordpress.com/2007/10/31/sejarah-batak/#comment-91</guid>
		<description>SEJARAH BATAK
Perlu Penelitian lebih Jauh terhadap Sejarah Batak dan Sejarah Orang Batak 
Perhitungan garis keturunan berdasarkan Tarombo hingga menetapkan perkiran tahun awal hidupnya si Raja Batak sebagai nenek moyang Orang Batak masih bisa dipertanyakan keakuratannya.
Saya malah setuju dgn pendapat yg mengatakan bahwa eksistensi halak Batak sudah ada berabad sebelum Masehi. Bila yang dimaksud Kota Barus dalam catatan sejarah oleh Ptolemaeus adalah Kota Barus yg berada di dekat daerah asal kampung kita-kita ini, di Pesisir Barat Sumatera Utara, berarti benar Bangsa Batak sudah lama bermukim di daerah kita sekarang. Tentunya bila kita percaya bahwa penduduk Barus tersebut adalah dari Suku Bangsa Batak.
Seharusnya kita malah bangga bila memang berita itu sesuai dgn fakta yang ada. Juga dari Berita-berita China, Persia, Arab, India, dan juga dari Kerajaan Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, dll banyak menceritakan hubungan perdagangan dgn Barus dan beberapa Kerajaan Batak lainnya berabad sebelum tahun 1200 M menurut saduran anda di atas. Jadi perhitungan tahnun 1200 M sebagai pangkal awal Si Raja Batak mungkin perlu dikaji ulang lebih mendalam. Bisa dilakukan dengan penelitian mencari berbagai fakta peninggalan arkeologis, dan catatan sejarah tertulis, baik dari dalam maupun luar negeri.
Mungkin masa awal pembentukan Marga orang Batak adalah benar pada masa sekitar tahun itu bila dipercaya Si Raja Batak adalah Nenek Moyang kita semua (Orang Batak). Tapi apakah semua orang Batak adalah keturunan beliau? Tunggu dulu, ini juga masih bisa diperdebatkan. Karena yang pasti hanya orang Batak Toba dan Batak Angkola saja yang dengan bangga dan sukarela menyatakan hal ini berdasarkan Tarombo yang masih mereka gunakan. Sementara terhadap Suku Batak yang lain kita semua sudah tahu bagaimana sikap mereka. Umumnya mereka sangat anti terhadap terhadap cerita ini bahkan yang lebih ekstrem menolak dikategorikan sebagai bagian dari suku Batak.
Oke, kita kembali ke persoalan sejarah Si Raja Batak yang selama ini kita anggap sebagai nenek moyang awal orang Batak. Ini juga masih bisa diperdebatkan kok..Bilamana kita mau agak sedikit kritis, apakah Si Raja Batak hanya hidup dgn keluarga kecilnya saja di hutan (huta)itu? Apakah tidak ada masyarakat lainnya yang menjadi tetangganya, abdinya sebagai menteri, punggawa, tentara kerajaan, petani, pengrajin, nelayan, budak, dsb, yg hidup sejaman dengan beliau?  Sebutan Raja umumnya mengindikasikan bahwa seseorang berkuasa atas suatu kelompok masyarakat yang menjadikannya sebagai pemimpin atas mereka. Kita rasional saja masyarakatnya itu tentulah juga manusia seperti beliau.
Tentunya saja logikanya ada. Mereka-mereka itu pada saat itu tentu saja belum disebut sebagai orang Batak, bukan? Anak-anak beliau kemudian tentu saja menikah dengan anak-anak orang lain itu dan kita berfikir positif saja tentu bukan dari saudara kandungnya sendiri. Kemungkinan dengan keturunan orang-orang yg menjadi rakyatnya atau bisa juga dengan anak raja dari Kerajaan / Suku lain yang jauh.
Jadi pasti sudah ada banyak orang lain di sekitarnya terlepas darimana mereka berasal. Tentunya mereka telah menggunakan bahasa dan budaya yang relative sama dgn beliau (minimal bisa saling memahami dan bisa berkomunikasi). Berarti sudah ada kehidupan dan peradaban Batak sejak jaman yang sangat panjang sebelumnya. Terserah andalah dan para pakar apakah mereka ini yang berpuluh-ratusan generasi sebelum si Raja Batakyang telah menghuni Tanah Batak Raya ini akan disebut Proto Batak atau istilah apapun. Tentunya mereka-mereka ini juga berketurunan dan tidak menafikan bahwa telah terjadi asimilasi dan perkawinan dgn keturunan dari Si Raja Batak selama berabad-abad kemudian. Itulah kita-kita ini sekarang keturunannya yg masih memegang Tarombo. 
Konsep berdasarkan garis generasi yang diperkirakan dimulai tahun 1200 M sesuai catatan Tarombo menjadi agak debatable. Perlu kearifan untuk berani meneliti lebih lanjut sehingga didapat fakta yang lebih otentik dan lebih rasional. Ingat pada tahun-tahun sekitar 1200 M, Kerajaan Majapahit dari Pesisir Timur Pulau Jawa, sudah meyerang dan mengalahkan hampir seluruh wilayah Nusantara, diantaranya Kerajaan-kerajaan Batak. Bahkan disebutkan nama Kerajaan Mandailing, Simalungun, Barus, dsb sebagai Kerajaan yang ditaklukkan. Tentara yang dikalahkan dan rakyat yang ditaklukan Majapahit ini tentunya orang Batak atau setidaknya masih punya hubungan darah dengan si Raja Batak (Bila dia diperkirakan hidup masa itu sesuai Tarombo).
Jadi di mana pertemuan sejarah tertulis dan arkeologis yang cukup otentik dengan mitos Si RajaBatak? Masih perlu diteliti lebih jauh, lebih mendalam dan lebih intensive. Mungkin yang lebih logis untuk sementara ini dikatakan saja bahwa orang Batak memang dulunya adalah berasal dari satu keturunan bangsa Batak kuno. Pembentukan Marga bila dilihat dan dihitung dari garis genarasi Tarombo yang ada sekarang mungkin memang baru dimulai sekitar tahun 1200 M.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SEJARAH BATAK<br />
Perlu Penelitian lebih Jauh terhadap Sejarah Batak dan Sejarah Orang Batak<br />
Perhitungan garis keturunan berdasarkan Tarombo hingga menetapkan perkiran tahun awal hidupnya si Raja Batak sebagai nenek moyang Orang Batak masih bisa dipertanyakan keakuratannya.<br />
Saya malah setuju dgn pendapat yg mengatakan bahwa eksistensi halak Batak sudah ada berabad sebelum Masehi. Bila yang dimaksud Kota Barus dalam catatan sejarah oleh Ptolemaeus adalah Kota Barus yg berada di dekat daerah asal kampung kita-kita ini, di Pesisir Barat Sumatera Utara, berarti benar Bangsa Batak sudah lama bermukim di daerah kita sekarang. Tentunya bila kita percaya bahwa penduduk Barus tersebut adalah dari Suku Bangsa Batak.<br />
Seharusnya kita malah bangga bila memang berita itu sesuai dgn fakta yang ada. Juga dari Berita-berita China, Persia, Arab, India, dan juga dari Kerajaan Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, dll banyak menceritakan hubungan perdagangan dgn Barus dan beberapa Kerajaan Batak lainnya berabad sebelum tahun 1200 M menurut saduran anda di atas. Jadi perhitungan tahnun 1200 M sebagai pangkal awal Si Raja Batak mungkin perlu dikaji ulang lebih mendalam. Bisa dilakukan dengan penelitian mencari berbagai fakta peninggalan arkeologis, dan catatan sejarah tertulis, baik dari dalam maupun luar negeri.<br />
Mungkin masa awal pembentukan Marga orang Batak adalah benar pada masa sekitar tahun itu bila dipercaya Si Raja Batak adalah Nenek Moyang kita semua (Orang Batak). Tapi apakah semua orang Batak adalah keturunan beliau? Tunggu dulu, ini juga masih bisa diperdebatkan. Karena yang pasti hanya orang Batak Toba dan Batak Angkola saja yang dengan bangga dan sukarela menyatakan hal ini berdasarkan Tarombo yang masih mereka gunakan. Sementara terhadap Suku Batak yang lain kita semua sudah tahu bagaimana sikap mereka. Umumnya mereka sangat anti terhadap terhadap cerita ini bahkan yang lebih ekstrem menolak dikategorikan sebagai bagian dari suku Batak.<br />
Oke, kita kembali ke persoalan sejarah Si Raja Batak yang selama ini kita anggap sebagai nenek moyang awal orang Batak. Ini juga masih bisa diperdebatkan kok..Bilamana kita mau agak sedikit kritis, apakah Si Raja Batak hanya hidup dgn keluarga kecilnya saja di hutan (huta)itu? Apakah tidak ada masyarakat lainnya yang menjadi tetangganya, abdinya sebagai menteri, punggawa, tentara kerajaan, petani, pengrajin, nelayan, budak, dsb, yg hidup sejaman dengan beliau?  Sebutan Raja umumnya mengindikasikan bahwa seseorang berkuasa atas suatu kelompok masyarakat yang menjadikannya sebagai pemimpin atas mereka. Kita rasional saja masyarakatnya itu tentulah juga manusia seperti beliau.<br />
Tentunya saja logikanya ada. Mereka-mereka itu pada saat itu tentu saja belum disebut sebagai orang Batak, bukan? Anak-anak beliau kemudian tentu saja menikah dengan anak-anak orang lain itu dan kita berfikir positif saja tentu bukan dari saudara kandungnya sendiri. Kemungkinan dengan keturunan orang-orang yg menjadi rakyatnya atau bisa juga dengan anak raja dari Kerajaan / Suku lain yang jauh.<br />
Jadi pasti sudah ada banyak orang lain di sekitarnya terlepas darimana mereka berasal. Tentunya mereka telah menggunakan bahasa dan budaya yang relative sama dgn beliau (minimal bisa saling memahami dan bisa berkomunikasi). Berarti sudah ada kehidupan dan peradaban Batak sejak jaman yang sangat panjang sebelumnya. Terserah andalah dan para pakar apakah mereka ini yang berpuluh-ratusan generasi sebelum si Raja Batakyang telah menghuni Tanah Batak Raya ini akan disebut Proto Batak atau istilah apapun. Tentunya mereka-mereka ini juga berketurunan dan tidak menafikan bahwa telah terjadi asimilasi dan perkawinan dgn keturunan dari Si Raja Batak selama berabad-abad kemudian. Itulah kita-kita ini sekarang keturunannya yg masih memegang Tarombo.<br />
Konsep berdasarkan garis generasi yang diperkirakan dimulai tahun 1200 M sesuai catatan Tarombo menjadi agak debatable. Perlu kearifan untuk berani meneliti lebih lanjut sehingga didapat fakta yang lebih otentik dan lebih rasional. Ingat pada tahun-tahun sekitar 1200 M, Kerajaan Majapahit dari Pesisir Timur Pulau Jawa, sudah meyerang dan mengalahkan hampir seluruh wilayah Nusantara, diantaranya Kerajaan-kerajaan Batak. Bahkan disebutkan nama Kerajaan Mandailing, Simalungun, Barus, dsb sebagai Kerajaan yang ditaklukkan. Tentara yang dikalahkan dan rakyat yang ditaklukan Majapahit ini tentunya orang Batak atau setidaknya masih punya hubungan darah dengan si Raja Batak (Bila dia diperkirakan hidup masa itu sesuai Tarombo).<br />
Jadi di mana pertemuan sejarah tertulis dan arkeologis yang cukup otentik dengan mitos Si RajaBatak? Masih perlu diteliti lebih jauh, lebih mendalam dan lebih intensive. Mungkin yang lebih logis untuk sementara ini dikatakan saja bahwa orang Batak memang dulunya adalah berasal dari satu keturunan bangsa Batak kuno. Pembentukan Marga bila dilihat dan dihitung dari garis genarasi Tarombo yang ada sekarang mungkin memang baru dimulai sekitar tahun 1200 M.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: WanJanE PoEtrA NaibAhO AKa WEks MArupPak SOpo2 DIbaliaN</title>
		<link>http://impbmedan.wordpress.com/2007/10/31/sejarah-batak/#comment-80</link>
		<dc:creator>WanJanE PoEtrA NaibAhO AKa WEks MArupPak SOpo2 DIbaliaN</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 12:46:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://impbmedan.wordpress.com/2007/10/31/sejarah-batak/#comment-80</guid>
		<description>Oik... Lappets2 masih IDop Nya  admin Nya Ene ??


Admin Nya KOk Homo DIpilIh :) 





Thanks



Regards :) 



wanjane</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oik&#8230; Lappets2 masih IDop Nya  admin Nya Ene ??</p>
<p>Admin Nya KOk Homo DIpilIh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Thanks</p>
<p>Regards <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>wanjane</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
